Minggu, 21 Juni 2009

Menyambut ultah Jakarta ke 482....

Sebentar lagi tepatnya tanggal 22 juni ini ibu kota tercinta Indonesia alias Jakarta akan berulang tahun ke 482, sebuah usia yg boleh dibilang sangat tua lalu apakah dengan semakin berumurnya Jakarta kehidupan masyarakat di dalamnya semakin maju...?
pertanyaan yg mungkin sulit di jawab mengingat semakin banyaknya pendudk miskin di Jakarta dari tahun ke tahun, padahal mereka hidup tidak jauh dari pusat pemerintahan terus siapakah yang salah.....?


kalo kita kembali ke belakang sejarah awalnya Jakarta bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian kota bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasio-nal yang ramai.

Pengetahuan awal mengenai Jakarta terkumpul sedikit melalui berbagai prasasti yang ditemukan di kawasan bandar tersebut. Keterangan mengenai kota Jakarta sampai dengan awal kedatangan para penjelajah Eropa dapat dikatakan sangat sedikit.


Laporan para penulis Eropa abad ke-16 menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa, yang tampaknya menjadi bandar utama bagi sebuah kerajaan Hindu bernama Sunda, beribukota Pajajaran, terletak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan kota Bogor sekarang.
Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke bandar Kalapa. Kota ini kemudian diserang oleh seorang muda usia, bernama Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari lahir kota Jakarta. Orang-orang Belanda datang pada akhir abad ke-16 dan kemudian menguasai Jayakarta.

Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia.


Sekarang kota Batavia tak seangun dulu dimana orang yg kaya akan semakin kaya dan yg miskin tambah miskin, sekarang uda saatnya buat semua pihak yg masih peduli dengan Jakarta agar lebih peduli sesama yg membutuhkan, stop pembangunan2 oleh developer yg cuma cari untung ga peduli dengan lingkungan Jakarta.....


dengan begitu slogan ENJOY JAKARTA mungkin akan bisa benar2 dinikmati..........

0 komentar: